"Saya masih merinding karena dia mengatakan kepada saya, 'Tolong, Gottfried, ini bukan soal tambahan atau pengurangan satu juta'. Kami pernah melihat pembalap yang memulai musim dengan paket dasar, kemudian menandatangani kontrak dengan pihak lain hanya demi uang," ujarnya.
"Bagi saya, itu bukan semangat balap. Dia hanya mengatakan dalam bahasa Spanyol, 'Sekalipun Anda memiliki motor yang lebih baik dengan mesin 850cc dan saya menang menggunakan motor itu, saya ingin mengalahkan Marc dengan senjata yang sama'," lanjut Neumeister.
Pernyataan tersebut mendapat tanggapan langsung dari Acosta ketika menjalani rangkaian MotoGP Indonesia. Dalam wawancara dengan Motorsport.com, dia diminta menjelaskan apakah keinginannya mengalahkan Marquez menggunakan motor identik sudah menjadi semacam obsesi.
Acosta justru mengungkap persoalan lain yang membuatnya menutup pintu negosiasi dengan KTM. Dia menegaskan tidak pernah terlibat proses tawar-menawar kontrak secara serius dengan pabrikan Austria tersebut.
"Masalahnya, saya tidak pernah bernegosiasi dengan KTM. Mereka mengirimkan kontrak kepada saya dan saya menolaknya. Mereka datang untuk mencoba meyakinkan saya, tetapi saya mengatakan tidak mungkin saya berubah pikiran," kata Acosta.