“(Bermain untuk Timnas) Ini sebuah pilihan. Kami fokus kepada pemain yang hadir dan berkomitmen untuk kami seleksi,” ungkap Coach Wahyu Widayat Jati dalam keterangannya.
Wahyu memulai proses seleksi dengan serangkaian tes fisik. Para pemain menjalani pengukuran kemampuan lompat vertikal, tes sprint, serta beep test untuk mengetahui sekaligus mengukur VO2 maksimum masing-masing pemain.
Setelah pengujian fisik, seleksi berlanjut ke kemampuan individual. Pemain dinilai melalui tes individual skill dan kemampuan shooting, baik tembakan dua angka maupun tiga angka. Mereka kemudian menjalani simulasi permainan dua lawan dua dan tiga lawan tiga.
“Kami melakukan seleksi seperti ini agar kita punya data untuk standarisasi pemilihan pemain untuk usia muda. Harapan saya, dari data ini pemain kita bisa upgrade lah baik secara fisik maupun teknik bermain,” kata Wahyu.
Menurut Wahyu, karakter permainan 3x3 membuat kebutuhan pemain berbeda dibandingkan basket 5x5. Karena itu, kemampuan individu menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pemain yang akan dipilih untuk membela Indonesia.