Medali emas menjadi milik atlet China, Lin Yilei, yang mengoleksi 18,796 poin. Sementara itu, wakil Iran, Arash Pahali, menempati peringkat ketiga dengan nilai 18,603 dan berhak membawa pulang perunggu.
“Bangga dan senang. Puji Tuhan, saya bisa mempersembahkan medali perak pertama untuk Indonesia di Youth Olympic. Medali ini sangat berarti karena ada proses panjang dan kerja keras. Sejak awal saya sudah yakin pulang membawa medali, dan tadi di final, saya berusaha tampil tenang, tidak gugup, dan menikmati pertandingan,” kata Asael dalam keterangannya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada orang-orang yang telah mendukung perjalanan kariernya hingga mampu mencatatkan prestasi di Dakar. Asael menilai pengalaman bertanding di Senegal memberinya pelajaran penting untuk menghadapi kompetisi internasional.
"Terima kasih kepada orang tua, pelatih, teman-teman, dan semua yang telah mendukung saya. Pengalaman di Dakar mengajarkan saya untuk lebih percaya diri dan tidak terlalu tegang saat bertanding. Semoga ke depannya wushu bisa dipertandingkan di Olimpiade Musim Panas dan saya bisa tampil di Olimpiade senior," tambahnya.
Perak Perdana dalam Sejarah Indonesia
Keberhasilan Asael bukan sekadar menambah koleksi medali kontingen Merah Putih. Raihan tersebut menjadi medali perak pertama Indonesia sejak Youth Olympic Games pertama kali diselenggarakan di Singapura pada 2010.