Dalam tiga edisi sebelumnya, Indonesia hanya berhasil membawa pulang medali perunggu. Catatan tersebut terjadi pada Youth Olympic Games Singapura 2010, Nanjing 2014, dan Buenos Aires 2018.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Dakar 2026, Ita Yuliati, mengaku bangga atas perjuangan Asael. Dia menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari persiapan panjang, disiplin, dan kerja keras sang atlet.
“Alhamdulillah, satu lagi sejarah tercipta untuk Indonesia. Saya sangat bangga atlet-atlet muda kita. Mereka sangat luar biasa. Sejak awal saya melihat Asael sangat disiplin, berbakat, dan memiliki kegigihan luar biasa. Hari ini, kerja kerasnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan, apalagi medali ini diraih pada momen bersejarah debut wushu di Youth Olimpiade,” ujar Ita.
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, juga menyebut pencapaian Asael sebagai momentum penting bagi perkembangan olahraga nasional. Menurut dia, keberhasilan atlet muda Indonesia di Dakar harus menjadi dorongan untuk memperkuat pembinaan generasi penerus.
“Ini pencapaian bersejarah bagi Indonesia. Untuk kali pertama, Kontingen Indonesia meraih perak dan mendapat medali terbanyak di sepanjang partisipasi Youth Olympic. Asael menunjukkan kalau atlet muda kita memiliki potensi besar untuk bersaing di panggung dunia, dan pembinaan tidak boleh terputus. Terima kasih juga kepada CdM yang sudah mengawal serta memastikan atlet Tim Indonesia bertanding dengan nyaman di Dakar,” ujar Okto.
Prestasi Asael bersama Shasenka menjadi catatan penting bagi kontingen Indonesia di Youth Olympic Games Dakar 2026. Raihan tersebut sekaligus memperlihatkan potensi atlet muda Merah Putih untuk bersaing di level internasional dan membuka peluang mencetak prestasi lebih besar pada masa mendatang.