Profil biodata Anders Antonsen sebagai salah satu pemain bulu tangkis dunia menarik untuk dibahas. (Foto: Reuters)
Rilo Pambudi

JAKARTA, iNews.id - Profil biodata Anders Antonsen sebagai salah satu pemain bulu tangkis dunia menarik untuk dibahas. Dia merupakan jagoan Denmark yang mengagumi skill atlet Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting.

Hal tersebut dia akui di kanal YouTube resmi miliknya. Anders Antonsen mengagumi pebulu tangkis yang memiliki kualitas teknik permainan baik. Ginting dan Kento Momota dianggap memenuhi kriteria tersebut.

"Saya sangat takjub dengan pemain yang punya kualitas teknik sangat bagus. Saya lebih terkesan dengan pemain dengan kualitas tersebut dibanding yang bergantung pada kekuatan fisik," kata Antonsen.

"Ada dua pemain yang punya kemampuan yang sangat bagus, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Kento Momota. Mereka adalah dua pemain yang fenomenal. Anthony punya banyak stroke, pergerakannya juga cepat dan eksplosif. Anthony juga punya banyak trick shot. Saya menikmati menonton permainan dia," ujarnya.

Kemampuan Antonsen di dunia tepok bulu juga termasuk luar biasa. Dirinya kini menduduki peringkat 3 dunia BWF di nomor tunggal putra.

Profil Biodata Anders Antonsen

Nama Lengkap: Anders Antonsen 

Tempat Lahir: Aarhus, Denmark

Tanggal Lahir : 27 April 1997

Tinggi : 1,86 m

Tahun aktif : 2013-sekarang

Nomor: Tunggal putra

Rekor : 155 menang, 46 kalah

Gelar : 9

Peringkat tertinggi : 3 (12 November 2019)

Peringkat saat ini : 3 (25 Maret 2020)

Perjalanan Karier Anders Antonsen

Atle 24 tahun tersebut memulai debut internasionalnya pada Turnamen Internasional Forza Denmark tahun 2013.

Pada tahun 2015, Anders Antonsen berhasil memenangkan Kejuaraan Junior Eropa setelah mengalahkan wakil Jerman, Max Weisskirchen dengan skor 21-9, 15-21 dan 21-9 di partai final. Di tahun yang sama, Antonsen menyabet gelar juara di beberapa turnamen seperti Dutch International, Belgium International dan Irlandia Open.

Sampai pada tahun 2017, pebulu tangkis yang punta keinginan duet dengan Kevin Sanjaya itu meraih medali perak di Kejuaraan Eropa. Dia gagal mendapatkan emas setelah kalah dari pemain Inggris, Rajiv Ouseph, dengan skor tipis 19-21, 19-21. 

Di tahun yang sama, dia mencapai semifinal di dua turnamen Super Series dan Yonex French Open 2017. Setahun kemudian, Antonsen terpilih menjadi bagian dari tim Piala Thomas Denmark dan menyumbangkan medali perunggu untuk negaranya.

Pada kompetisi Denmark Open Super 750, Antonsen kembali berhasil mencapai semifinal. Sayangnya, dia dihentikan oleh wakil Taiwan, Chou Tien chen dengan skor 21–19, 11–21, 12–21. 

Kendati demikian, Antonsen semakin mengukuhkan namanya dengan memenangkan gelar Tur Dunia BWF di Indonesia Masters 2019. Ia  mengalahkan Juara Dunia 2018 sekaligus peringkat 1 dunia asal Jepang ketika itu, Kento Momota, di final dengan skor 21-16, 14-21, 21-16.

Pada 25 Maret 2020, Antonsen berhasil menduduki peringkat 3 dunia. Namanya berada di bawah Viktor Axelsenm dan Kento Momota.



Editor : Reynaldi Hermawan

BERITA TERKAIT