Saatnya Menganggap Penting Cabor Atletik dan Renang

Hanna Fauzie
Indonesia mulai harus bepikir untuk serius mengembangkan atletik dan renang. (Foto: NOC Indonesia)

Di Olimpiade Paris misalnya. Cabang atletik mempunyai nomor lomba paling beragam (Olympics, 2024). Sehingga total medali yang bisa diperebutkan mencapai 48 emas, secara keseluruhan berarti ada 144 medali.

Melalui proses kualifikasi, hanya sprinter Lalu Muhammad Zohri yang bisa mewakili RI di lintasan atletik. Sayangnya, laju Zohri terhenti tanpa medali, sama seperti di Olimpiade Tokyo.

Di posisi kedua dengan nomor terbanyak adalah renang dengan 35 lomba. Sedangkan secara overall akuatik menawarkan 49 medali emas untuk diperebutkan. Di Paris, Indonesia ‘hanya’ diwakili Joe Aditya W Kurniawan dan Azzahra Permatahani di cabor renang.

Kesaktian dua cabang ini terbuktinya nyata dengan kesuksesan Amerika Serikat (AS). Negera Paman Sam itu tampil jemawa dengan 19 kali menjadi juara umum dalam 28 keikutsertaannya di Olimpiade. Mayoritas medali mereka datang dari kedua cabang tersebut.

Sepanjang keikutsertaannya, AS mengoleksi 861 medali dari lintasan atletik, 358 di antaranya adalah emas. Dari cabor renang, AS meraup 606 medali, dengan rincian 265 emas, 191 perak, dan 150 perunggu.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zohri Dikalahkan Pelari Thailand! Sprinter Indonesia Raih Perak di SEA Games 2025 

57 tahun lalu

Jonatan Christie Buka-bukaan Alasan Tinggalkan Pelatnas demi Keluarga: Saya Egois demi Olimpiade!

57 tahun lalu

Jonatan Christie Nyaris Pensiun usai Olimpiade Paris 2024, Kini Resmi Tinggalkan Pelatnas PBSI

57 tahun lalu

Eks Pelatih Timnas Korsel Masih Trauma usai Gagal ke Olimpiade karena Dihajar Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal