Pencapaian tersebut belum otomatis tercatat sebagai rekor dunia resmi. Shauna menjelaskan hasil perlombaannya masih harus melalui proses administrasi dan verifikasi dari World Aquatics selaku federasi akuatik internasional.
"Memang untuk diakui sebagai rekor dunia harus melalui beberapa tahap pelaporan ke akuatik dunia dan sekarang sedang berproses," katanya.
Selain mengukir prestasi, Shauna memberikan kesan positif terhadap penyelenggaraan 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026. Dia mengaku terkesan dengan atmosfer pertandingan dan fasilitas Stadion Akuatik GBK.
"Ini kali pertama saya ke Jakarta dan atmosfer perlombaannya begitu luar biasa. Saya pasti akan kembali ke Indonesia jika ada event renang master lagi di sini," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, mengaku sudah memperkirakan peluang terciptanya rekor dunia. Penilaian tersebut muncul setelah melihat ketatnya persaingan para peserta dalam kejuaraan renang master tingkat Asia Tenggara tersebut.