"Alhamdulillah ada sejarah tercipta pecah rekor dunia renang master di SEAA Masters ini, apalagi spesial banget pecahnya di Indonesia venue stadion akuatik GBK Senayan," kata Harlin.
Menurut Harlin, pencapaian Shauna menjadi momentum istimewa bagi penyelenggaraan kompetisi renang master di Indonesia. Dia juga membandingkannya dengan sejarah pemecahan rekor dunia pada kategori atlet elite ketika Asian Games 2018 digelar di Jakarta.
"Pertama kali pecah rekor dunia renang master, kalau untuk atlet elit pecah rekor dunia sudah pernah di Asian Games 2018," ujarnya.
Harlin berharap pencapaian tersebut menjadi awal munculnya rekor-rekor baru dalam kompetisi renang master berikutnya. Dia menilai persaingan antarperenang tetap berlangsung sengit meskipun para peserta terbagi berdasarkan kelompok usia.
"Kami berharap pemecahan rekor dunia renang master ini bisa berulang lagi karena ini terasa istimewa yah walaupun renang master tapi persaingannya masih sangat sengit," ucapnya.
Catatan waktu 32,20 detik milik Shauna kini menunggu proses pengesahan World Aquatics. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, prestasi tersebut akan tercatat secara resmi sebagai rekor dunia renang master nomor 50 meter gaya dada putri kelompok umur 45-49 tahun di kolam 25 meter.