Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya. (Foto: Twitter/@INABadminton)
Quadiliba Al-Farabi

BOGOR, iNews.id - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo terancam lengser dari peringkat 1 dunia BWF pada pekan depan. Menanggapi situasi tersebut, Marcus sejatinya hanya bisa pasrah.

Hal itu disampaikan Marcus pada akhir pekan lalu, tepatnya Minggu (11/9/2022), saat ditemui Tim MNC Portal Indonesia di Gideon Badminton Hall. Marcus tak bisa memungkiri bahwa dia dan Kevin masih ingin lebih lama lagi berada di peringkat satu dunia.

Namun, pemain berusia 31 tahun itu tak bisa menyangkal kenyataan bahwa dalam beberapa tahun ini banyak pesaing The Minions -julukan Marcus/Kevin- tampil lebih baik dari mereka. Sementara dengan bijak, Marcus mengatakan bahwa setiap atlet akan mengalami yang namanya proses pasang surut.

“Ya pasti saya sama Kevin ingin mempertahankan. Pasti kita lakukan yang terbaik, cuma semua kan mau menang, yang juara juga cuma satu. Semua kan ingin menang, semua juga latihan, bukan kita doang. Semua kan pasti ada naik turunnya,” jawab Marcus saat ditanya tentang terancamnya posisi mereka dari ranking satu dunia.

Ya, The Minions akan mengakhiri masa sebagai ganda putra terbaik dunia yang telah bertahan selama 215 pekan. Hal ini imbas adanya pencairan yang dilakukan BWF sejak Agustus lalu.

Pada pekan ini per 13 September 2022, Marcus/Kevin masih berada di posisi pertama dengan perolehan 104,727 poin. Tapi raihan poin tersebut selisih tipis dari Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) yang berada di urutan kedua dengan koleksi 102,050.

Namun, kelanjutan dari pencairan itu, pada 20 September 2022 mendatang, perolehan poin Marcus/Kevin akan berkurang dan mereka terpaksa turun takhta. Ini juga merupakan dampak dari masa-masa sulit yang Marcus/Kevin alami dua tahun ke belakang.

Pada pekan depan, BWF akan menghapus poin pekan ke-40, 41, 42, dan 43 pada 2019 lalu. Sementara di rentan waktu itu, Marcus/Kevin sedang berjaya termasuk menjuarai Denmark Open dan Prancis Open 2019.

Alhasil pada pekan depan, mereka akan kehilangan 22.000 poin dan diganti denga poin-poin kecil sehingga hanya mengumpulkan 100.327 poin. Sementara Hoki/Kobayashi yang tak memiliki catatan apik pada 2019 tidak mengalami gangguan apa pun dengan penghapusan tersebut.

Hoki/Kobayashi masih akan tetap mengumpulkan sebanyak 102.050 poin. Secara otomatis pula mereka akan naik ke posisi puncak melewati Marcus/Kevin.


Editor : Dimas Wahyu Indrajaya

BERITA TERKAIT