Selain duel besar, opsi menghadapi juara dunia kelas berat WBO Fabio Wardley ikut mencuat. Laga tersebut dinilai menarik, tetapi mengandung risiko tinggi bagi Tyson Fury.
Fury telah melewati banyak pertarungan keras sepanjang kariernya. Trilogi brutal melawan Deontay Wilder serta dua kekalahan dari Oleksandr Usyk meninggalkan dampak fisik signifikan.
Kekhawatiran utama publik tertuju pada kesehatan jangka panjang Tyson Fury. Comeback berpotensi mengubah masa pensiun ideal menjadi situasi yang jauh lebih berbahaya.
Tyson Fury juga dikenal beberapa kali mengumumkan pensiun lalu kembali bertarung. Pola tersebut dinilai mengurangi kepercayaan penggemar dan melemahkan bobot setiap pengumuman besar.
Di sisi lain, pertarungan pemanasan atau laga ekshibisi berprofil tinggi berisiko menyita perhatian dan sumber daya. Kondisi tersebut kerap dianggap menghambat perkembangan generasi baru petinju kelas berat yang sedang berada di puncak fisik.
Tyson Fury secara terbuka pernah membahas perjuangannya melawan depresi dan kecanduan. Bagi banyak atlet, masa pensiun menciptakan kekosongan besar dalam kehidupan.
Alasan kembali ke ring karena “tidak ada yang lebih baik untuk dilakukan” menimbulkan tanda tanya serius. Publik menilai ring tinju tidak semestinya dijadikan pelarian sementara tanpa rencana jelas untuk masa depan Tyson Fury.