Dalam final, gim pertama berjalan dominan bagi Ubed. Ia berhasil memegang kendali permainan sejak poin awal sehingga lawan tampak kesulitan mengejar. Konsistensi serangan dan penempatan pukulan membuatnya menang 21‑12.
Memasuki gim kedua, Ubed dapat tertinggal 0‑5. Tapi mental kuat dan instruksi pelatih membuatnya kembali fokus. Setelah jeda singkat, ia merebut kendali dan unggul stabil hingga mengakhiri gim dengan kemenangan 21‑17.
“Game pertama saya sudah memegang kendali permainan… Game kedua sempat tertinggal 0‑5 saya fokusnya sedikit turun. pelatih memberikan arahan untuk memegang cara mainnya dan fokus di lapangan,” jelas Ubed kepada media.
Kemenangan ini menandai momentum kebangkitan bulu tangkis usia muda Indonesia. Ubed menjadi simbol regenerasi dan bukti bahwa talenta lokal punya potensi bersaing di level Asia.