"Dan soal bagaimana kemudian tidak ada permasalahan gaji, sebenarnya mungkin beberapa tahun sebelumnya kami sudah berulang kali menyampaikan mitigasi-mitigasinya, termasuk soal zero tolerance terkait dengan klub lisensi tadi," jelas Riza.
Pada musim sebelumnya, APPI mencatat masih ada tiga klub kasta tertinggi yang memiliki persoalan tunggakan gaji pemain, yakni PSBS Biak, PSM Makassar, dan Semen Padang.
Riza secara khusus menyoroti kasus PSBS Biak. Dia menyebut persoalan pembayaran hak pemain di klub tersebut sudah muncul sekitar empat bulan sebelum kompetisi musim lalu berakhir.
Hingga kini, APPI menyatakan hak pemain PSBS Biak belum sepenuhnya diselesaikan. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan target meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola Indonesia.
"Kita mau ngomong membawa liga naik kelas, tapi masalah dasar terkait dengan haknya pemain itu masih menjadi problem. Harusnya sudah kita tinggalkan di beberapa tahun lalu. Dan ini harus ke depan sudah harus tidak boleh, minimal Liga 1, jangan sampai terjadi," pungkas Riza.