Leeds City berdiri pada 1904 dan mulai menunjukkan perkembangan setelah melewati berbagai masalah di dalam maupun luar lapangan. Namun, manajer Herbert Chapman meninggalkan klub pada 1914 untuk bekerja di sebuah pabrik amunisi demi membantu upaya perang.
Ketika Chapman kembali pada 1918, konflik internal mulai memecah klub. Perselisihan melibatkan tangan kanan Chapman, George Cripps, dengan ketua klub Joseph Connor.
Cripps yang kecewa setelah kembali berstatus asisten mengancam membongkar pembayaran ilegal kepada pemain tamu selama periode perang. Nama pemain seperti Charlie Buchan dan Fanny Walden ikut terseret.
Pengacara Cripps, James Bromley, kemudian membuat kesepakatan dengan Leeds City pada awal 1919. Cripps menerima pembayaran dengan imbalan janji untuk merahasiakan persoalan tersebut.
Namun, kasus itu akhirnya terbongkar. Charlie Copeland, bek yang berselisih dengan klub mengenai kontrak baru untuk musim 1919/20, membawa persoalan tersebut kepada otoritas sepak bola.