Kasus Juventus pada 2006 menjadi salah satu skandal terbesar sepak bola modern. Skandal yang dikenal sebagai Calciopoli tersebut tidak hanya menjatuhkan Juventus, tetapi juga menyeret AC Milan dan sejumlah klub lain di Italia.
Penyelidikan awal terhadap Juventus berkaitan dengan dugaan doping sistematis. Namun, penyadapan percakapan antara manajer umum Juventus Luciano Moggi, CEO Antonio Giraudo, sejumlah petinggi klub Serie A dan pejabat sepak bola mengungkap persoalan lain.
Moggi dan pihak lain diduga berusaha memengaruhi penunjukan wasit pada musim 2004/05 dan 2005/06. Kedua musim tersebut berakhir dengan Juventus sebagai juara.
Pihak penyelidik menduga wasit yang dianggap menguntungkan Juventus ditugaskan dalam pertandingan tertentu. Ada pula tuduhan tekanan agar keputusan selama pertandingan memberikan keuntungan kepada Juventus.
Penyelidikan di Naples mencakup 41 orang, termasuk sembilan wasit, serta 19 pertandingan musim 2004/05 dan 14 pertandingan musim berikutnya.
Skandal tersebut meledak pada Mei 2006. Pejabat senior federasi Franco Carraro mengundurkan diri, disusul seluruh jajaran Juventus, Moggi, Giraudo dan pelatih Fabio Capello.