Meski diperbolehkan memiliki hingga 11 pemain asing, manajemen Arema menegaskan tidak akan memaksimalkan seluruh kuota tersebut. Menurut Inal, hal itu didasarkan pada pengalaman sebelumnya yang menunjukkan potensi konflik internal jika terlalu banyak pemain asing tidak mendapatkan menit bermain.
"Kalau 8 tidak main, pengalaman kita agak problem di tim, karena pasti mereka yang pengen bermain itulah, itu agak mengganggu ruang ganti," tegasnya.
Kehadiran pemain asing memang diharapkan dapat meningkatkan kualitas tim, namun jika tidak dikelola dengan baik, justru bisa memicu ketegangan di dalam skuad. Arema FC ingin menghindari potensi gesekan yang mungkin timbul akibat persaingan antarpemain asing.
Keputusan ini menunjukkan manajemen klub lebih mengedepankan stabilitas tim dan dinamika ruang ganti yang sehat daripada sekadar memanfaatkan kuota maksimal yang diberikan.