Menyoal kesalahan-kesalahan individual di lini belakang, Slot menolak menunjuk nama tertentu sebagai penyebab kekalahan. Dia menekankan bahwa yang bermasalah adalah kinerja kolektif tim, termasuk dirinya sebagai pelatih.
“Saya pikir ini selalu soal tim dan saya pikir kami semua bisa berbuat lebih baik,” kata Slot.
Dia menambahkan, kesalahan individu adalah bagian dari sepak bola. Bagi Slot, yang jauh lebih penting adalah bagaimana tim bereaksi, menebus kesalahan agar tidak berujung gol, dan tetap cukup kuat untuk bangkit ketika sudah tertinggal.
Salah satu keputusan yang disorot adalah ketika Ibrahima Konate ditarik keluar dan digantikan Federico Chiesa saat Liverpool tertinggal 1-3. Slot mengakui itu keputusan sulit karena Konate sejatinya tampil baik sebelum kesalahan yang berujung gol lawan.
“Jika Anda tertinggal 1-3, saya pikir hal yang selalu saya lakukan – dan yang akan terus saya lakukan – adalah memasukkan satu penyerang ekstra,” tutur dia.
Slot memahami bahwa keputusannya bisa membuat sorotan publik ke Konate makin besar, tetapi dia menilai langkah itu wajib diambil untuk menambah daya serang. Pada akhirnya, perubahan tersebut tidak menghasilkan gol balasan dan justru diakhiri dengan kebobolan gol keempat dari PSV.
Terkait tren negatif yang dialami Liverpool, Slot tidak menutupi bahwa situasi ini menjadi pukulan berat. “Saya pikir ini sebuah shock untuk semua orang,” papar dia.
Slot menilai rangkaian kekalahan besar yang diterima Liverpool tidak sebanding dengan kualitas skuad yang dia miliki. Dia menyebut para pemain tetap menunjukkan mentalitas untuk bangkit dan menciptakan peluang, namun di pengujung laga terlihat beberapa pemain terpukul ketika tertinggal 1-3 lalu 1-4 dari PSV di Anfield.