“Saya setuju dengan performanya. Ketika saya berbicara tentang ‘dimensi’, Anda harus mengenal lawan dengan sangat baik. Ketika kami memahami level permainan tim-tim lain, kami akan memiliki gagasan yang lebih jelas. Tentang diri kami sendiri, saya sangat senang: ini adalah kelompok yang luar biasa. Kami menciptakan fondasi setahun lalu dan kemudian menambahkan kualitas. Sekarang kelompok ini sudah terkonsolidasi, para pemain baru menyatu, dan itu penting.”
Gasperini juga memberikan perhatian khusus kepada Rodrigo Mora. Pemain tersebut tampil mengesankan dalam debutnya sebelum akhirnya ditarik keluar. Sang pelatih melihat ada bakat besar dalam diri pemain muda tersebut.
“Itu pertandingan yang tepat untuk dia,” kata Gasperini.
“Dia perlu berkembang dalam beberapa hal, tetapi kami sedang melihat sebuah talenta. Ketika dia menyentuh bola, sesuatu yang bagus terjadi. Kami perlu memberinya kontinuitas, tetapi dia memiliki karakteristiknya,” lanjut dia.
Manu Kone juga menjadi perhatian Gasperini setelah meminta diganti usai menerima kartu kuning. Sang gelandang baru saja kembali dari Piala Dunia dan belum berada dalam kondisi fisik terbaik.
“Saya sedikit mendorong dia,” aku Gasperini.
“Ada perbedaan kondisi antara mereka yang pergi ke Amerika dan mereka yang tidak, tetapi dia melampauinya dengan kemurahan hatinya. Dia memainkan pertandingan yang sangat bagus, dia perlu berlatih dan menemukan kondisinya.”
Kemenangan 4-0 atas Fiorentina sekaligus memperlihatkan kedalaman skuad Roma yang sudah dibangun Gasperini sejak musim sebelumnya. Sang pelatih menilai kontinuitas, tambahan kualitas dari pemain baru, serta proses integrasi skuad menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan Serie A.
Dengan Dybala dan Malen tampil sebagai pemain yang mendapat sorotan utama, Roma menunjukkan kekuatan ofensif dalam kemenangan telak atas Fiorentina. Gasperini kini memiliki alasan kuat untuk percaya diri, meski dia tetap meminta timnya menunggu sebelum menentukan target akhir musim.