Lebih dari 200 klub akan ambil bagian dalam turnamen tersebut. Pesertanya berasal dari sejumlah wilayah, termasuk 146 klub dari Tepi Barat yang diduduki Israel, 44 klub dari Gaza, serta 36 klub dari kamp pengungsi Palestina di Lebanon.
Pertandingan Thousand Martyrs' Cup akan dimulai secara bersamaan di tiga lokasi tersebut. Format ini membuat kompetisi menjadi simbol kembalinya aktivitas sepak bola Palestina setelah masa panjang tanpa kompetisi.
Rajoub mengatakan perang menciptakan kondisi sulit bagi masyarakat Palestina dan berdampak langsung terhadap kegiatan olahraga.
"Perang menciptakan kondisi sulit bagi seluruh rakyat Palestina yang menyebabkan penghentian kompetisi dan aktivitas kami," ujarnya.
Namun, dia menegaskan situasi tersebut tidak menghapus semangat masyarakat Palestina untuk tetap menjalankan aktivitas olahraga.