Pemain berusia 24 tahun itu menilai selebrasi tersebut sudah menjadi ciri khasnya di lapangan. Posisi Persib Bandung yang berada di puncak klasemen sementara Super League 2025/2026 juga menjadi alasan emosional di balik perayaan tersebut.
“Ini jadi selebrasi ikonik saya. Kita juga di puncak jadi kenapa enggak selebrasi gitu,” ungkap Beckham.
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak ikut menanggapi selebrasi anak asuhnya. Menurut dia, ekspresi Beckham muncul akibat tensi tinggi laga klasik Persib kontra Persija.
“Beruntung hari ini tidak ada fans Persija di sini, sehingga dia tidak memprovokasi siapapun. Tetapi Anda bisa lihat, sepak bola adalah olahraga emosional, seperti ada kartu merah di pertandingan, itu bisa terjadi karena emosi,” ujar Hodak.
Pelatih asal Kroasia itu mengaku sudah mengingatkan pemainnya untuk mengontrol emosi sebelum pertandingan. Namun situasi laga besar kerap memunculkan luapan perasaan di lapangan.
“Sebelum pertandingan, saya bicara kepada mereka untuk mengontrol emosinya, tetapi ketika mereka bermain 100 persen dan mencetak gol di pertandingan seperti ini, tentu saja,” pungkas Hodak.