Dia menilai laga semifinal menuju final digelar dalam waktu kurang dari 72 jam sesuai anjuran kebijakan FIFA. Wakil Ketua Bidang Kompetisi Piala Presiden, Risha Adi Widjaya memberikan penjelasan bahwa penjadwalan Piala Presiden 2026 sudah mendapatkan restu dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang tertuang dalam surat pemberitahuan AFC bernomor AFC/IDN/T2/7612-2026.
Persetujuan resmi AFC menjadi bukti bahwa penyelenggaraan Piala Presiden 2026 telah memenuhi standar kompetisi internasional. Sebagai turnamen kategori Tier 2 AFC, seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari penjadwalan pertandingan hingga administrasi kompetisi, mengikuti ketentuan yang berlaku di tingkat Asia.
"Kami sangat menghargai persetujuan AFC yang memungkinkan kami menyelenggarakan pertandingan-pertandingan puncak ini sesuai jadwal yang telah dirancang. Transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi internasional merupakan prioritas utama kami," katanya.
Piala Presiden 2026 juga berani dalam pengambilan keputusan menaikkan hadiah. Kenaikan hadiah tersebut sebagai bentuk apresiasi untuk tim-tim yang berjuang untuk berprestasi.
Hadiah utama Piala Presiden 2026 meningkat dari Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar. Sementara itu, tiga posisi lainnya juga mendapatkan tambahan hadiah senilai Rp 500 juta, runner-up yang sebelumnya menerima Rp3 miliar akan memperoleh Rp3,5 miliar, sedangkan peringkat ketiga mendapat Rp2,5 miliar dan peringkat keempat menerima Rp1,5 miliar.
Piala Presiden 2026 pun menegaskan sebagai hiburan rakyat dengan turut melibatkan UMKM. Dalam fase Grup B di Surabaya, melibatkan 80 UMKM dan ada 50-60 UMKM digandeng dalam fase Grup A di Bandung.
Sementara itu, ada 25 UMKM turut dilibatkan dalam semifinal dan final di Bali. Kehadiran UMKM untuk memanjakan tamu undangan meskipun tanpa kehadiran penonton.