Setelah itu, Sassuolo kembali kebobolan dua kali melalui Mattias Svanberg (39), dan Riccardo Orsolini (60). Namun, I Neroverdi bisa merespons dengan mencetak tiga gol lewat Filip Duricic (64), Francesco Caputo (70), dan Takehiro Tomiyasu (77).
“Saya senang dengan cara kami mendapatkan hasil. Saya bahkan senang kami kebobolan saat terjebak dalam penguasaan bola dengan Manuel Locatelli. Kami tidak boleh takut kehilangan bola, karena itu bisa saja terjadi, tetapi jika kami ingin bermain dari belakang dan mengambil inisiatif, kami akan dibayar dalam jangka panjang,” ucap De Zerbi usai laga, dikutip Dazn.
“Pada titik tertentu permainan, kami pantas kalah, karena kami kalah dalam semua duel individu. Mempertahankan penguasaan bola itu penting, tapi mendapatkannya kembali sama pentingnya,” tuturnya.
Dengan strategi itu, Sassuolo menjadi satu dari tiga klub yang belum terkalahkan selain AC Milan dan Juventus.
“Ini berkat kerja keras yang dilakukan klub dan hasilnya adalah konsekuensi wajar. Ini hari-hari awal musim ini, kami melihat beberapa hasil yang mengejutkan kemarin, dan banyak hal dapat berubah dengan sangat cepat,” ucap De Zerbi.