Mauro menilai kekalahan dari Persija merupakan bagian dari proses yang harus dilewati Borneo FC. Dia tidak ingin hasil pada pertandingan pertama langsung menggambarkan perjalanan tim sepanjang musim.
Pelatih Borneo FC tersebut juga memberikan apresiasi kepada para suporter Pesut Etam. Dukungan penonton tetap terasa sepanjang pertandingan meski tim tuan rumah harus tertinggal dan akhirnya kehilangan tiga poin.
“Mereka berusaha menyemangati tim, dan kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengubah hasil pertandingan,” kata Mauro Jeronimo.
Dukungan suporter menjadi modal penting bagi Borneo FC untuk menghadapi laga berikutnya. Mauro percaya timnya memiliki peluang meraih hasil lebih baik jika mampu mempertahankan intensitas permainan sekaligus memperbaiki efektivitas dalam penyelesaian akhir.
Kekalahan dari Persija membuat Borneo FC sementara berada di posisi ke-13 klasemen Super League 2026-2027 dengan koleksi nol poin. Posisi tersebut masih dapat berubah seiring berjalannya kompetisi.
Borneo FC kini memiliki kesempatan untuk segera memperbaiki hasil pada pekan kedua. Pesut Etam dijadwalkan bertandang menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026).
Laga melawan Persijap akan menjadi kesempatan Borneo FC untuk membuktikan optimisme Mauro Jeronimo. Setelah gagal meraih poin di kandang, Pesut Etam dituntut menunjukkan perkembangan dari proses pembentukan skuad baru yang tengah dijalani.