Fabregas menjadi salah satu sosok penting di balik kebangkitan tersebut. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu bergabung dengan Como sebagai pemain pada 2022 setelah meninggalkan Monaco.
Karier kepelatihannya mulai berkembang ketika dia dipercaya menjadi pelatih sementara pada November hingga Desember 2023. Fabregas kemudian ditunjuk sebagai pelatih kepala permanen pada Juli 2024, setelah Como berhasil kembali ke Serie A untuk pertama kalinya dalam 21 tahun.
Pelatih berusia 39 tahun itu langsung memberikan dampak besar. Pada musim pertamanya, Como finis di posisi ke-10 Serie A sebelum meningkat drastis ke peringkat keempat pada musim berikutnya dan mengamankan tiket Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendekatan taktik Fabregas. Dia menggabungkan permainan berbasis penguasaan posisi yang dipelajarinya dari Pep Guardiola dengan transisi cepat ala Arsene Wenger.
Perpaduan tersebut membuat Como mampu menghadirkan permainan menyerang yang efektif. Kemenangan telak atas Lens menjadi salah satu bukti paling mencolok dari perkembangan tim di bawah kepemimpinan Fabregas.