Namun, kedekatan tersebut tidak membuat Chivu mengadopsi seluruh filosofi Mourinho. Dia menegaskan punya pendekatan sendiri setelah mendapatkan pengalaman sebagai pemain dan ketika bekerja di sektor pembinaan pemain muda.
“Saya tidak pernah meniru siapa pun,” jelas Chivu.
“Saya memiliki ide sepak bola sendiri, yang dibangun ketika saya menjadi pemain dan selama bertahun-tahun di sektor pembinaan pemain muda, ketika saya memiliki kesempatan untuk bereksperimen dengan berbagai hal yang membantu saya pada tahun-tahun ini.”
Laga di Bernabéu juga menjadi tantangan dari sisi sejarah. Inter Milan disebut sudah 60 tahun tidak mampu meraih kemenangan di markas Real Madrid. Chivu mengakui pertandingan tersebut tidak akan mudah, tetapi dia menolak mengubah karakter permainan timnya hanya karena menghadapi lawan besar.
“Bermain di Bernabéu tidak pernah mudah bagi siapa pun. Sudah 60 tahun sejak Inter menang di sini,” ujar Chivu.
“Banyak tim kesulitan menang di sini. Kami akan melakukan yang terbaik, tetapi tanpa mengubah siapa diri kami. Kami ingin dominan, kami ingin menunjukkan bahwa kami telah berkembang, dan tidak ada cara sempurna untuk menghadapi Real Madrid.”