Dia juga mengingatkan perjalanan Milan setelah memenangi derbi pertama musim lalu. Ketika hasil tersebut dianggap membuka kembali persaingan di klasemen, Milan kemudian kalah dari Lazio di Roma.
“Ini baru pertandingan ke-10 musim ini,” tutur Chivu.
Namun, dia tetap memahami besarnya pertaruhan di luar tiga poin. Harga diri, tekad, dan keinginan menyenangkan suporter membuat derbi memiliki tekanan tersendiri.
“Tidak ada tim favorit dalam derbi. Ada banyak keinginan dan ambisi. Anda perlu menemukan energi dan motivasi. Semua orang berada di bawah tekanan, tetapi kami tidak boleh terlalu memikirkannya. Anda hanya perlu melakukan hal-hal yang benar,” ujarnya.
Dalam persiapan menghadapi Milan, Chivu menekankan keseimbangan fisik dan pikiran. Menanggapi kecenderungan lawan tampil cepat sejak awal pertandingan, dia meminta pemain memahami waktu yang tepat untuk mengambil keputusan.
“Kami mengetahui kekuatan Milan dan bagaimana mereka bisa menyakiti kami. Mereka tim yang bagus secara teknik. Kami harus siap menjaga kekompakan dan memberikan perlindungan di belakang garis pertahanan,” katanya.