“Saya marah kepada mereka yang terlena atau terlalu percaya kepada rekan setim hingga melupakan prinsip dasar tim. Saya selalu berangkat dari pemahaman, ketika membicarakan pertahanan, kita sedang membicarakan 11 pemain yang harus jelas dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Dia menyebut Inter terus mengerjakan aspek tersebut. Pelaksanaannya terkadang baik dan terkadang buruk sehingga menemukan keseimbangan menjadi pekerjaan penting.
Ditanya mengenai kemungkinan menerima hasil imbang 0-0, Chivu tidak memberikan jawaban pasti. Dia justru menekankan keinginan melihat pemain memberikan segalanya dan meninggalkan lapangan dengan kepala tegak.
“Saya tidak tahu. Jika kalah 0-1, itu buruk, tetapi Anda senang jika menang 1-0. Meski begitu, jika Inter yang melakukannya, selalu ada saja yang dikomentari. Saya ingin para pemain memberikan segalanya dan bisa mengatakan mereka sudah berusaha,” katanya.
Chivu turut menanggapi anggapan Inter kesulitan menghadapi lawan yang bertahan rapat di dekat gawang. Dia menilai timnya membutuhkan motivasi lebih serta keberanian memaksimalkan keunggulan saat menguasai bola.