Pelatih asal Korea Selatan tersebut sedang menangani Persija untuk menghadapi kompetisi Super League 2026-2027. Sanksi dari KFA tidak menghentikan pekerjaan yang sedang dijalankannya bersama klub Ibu Kota.
Selama tidak ada perluasan sanksi ke tingkat internasional, Shin dapat melanjutkan kariernya di Indonesia. Informasi yang tersedia menyebut hukuman tersebut hanya berlaku secara domestik.
Kondisi itu membuat Persija tidak perlu mencari pengganti Shin akibat keputusan KFA. Program persiapan tim tetap dapat berjalan sesuai rencana.
Shin masih memiliki kewenangan penuh untuk membangun skuad Macan Kemayoran. Dia juga tetap dapat mengejar target klub dalam kompetisi musim baru.
Meski kariernya di Korea Selatan mendapat pukulan berat, Shin masih mempunyai ruang bekerja di luar negaranya. Persija menjadi tempat bagi dia untuk meneruskan perjalanan kepelatihan.
Sanksi KFA pun tidak mengubah status Shin bersama klub. Dia tetap menjadi pelatih Persija selama tidak ada keputusan lain dari manajemen maupun otoritas sepak bola Indonesia.