"Ini menyakitkan karena tim sebenarnya bisa memenangkan pertandingan di akhir dan layak untuk membalikkan keadaan, tetapi jelas kami kehilangan keseimbangan dan itu seharusnya tidak terjadi," ujar Spalletti kepada DAZN Italia.
Menurut Spalletti, Juventus bahkan mengirim delapan pemain ke depan untuk mengejar bola. Kondisi tersebut menciptakan ruang besar di belakang yang kemudian dimanfaatkan Sassuolo.
"Dengan delapan pemain bergerak maju untuk menyerang bola, itu membuat celah besar di belakang. Namun, kami memiliki peluang untuk menang 3-2 lebih awal, jadi para pemain berpikir mereka bisa menang, dan saya adalah orang yang mendorong mereka untuk pergi dan menang, tetapi mungkin mereka mengartikan instruksi saya terlalu harfiah dan semua orang ikut menyerang pada saat yang sama," kata Spalletti.
Pelatih Juventus tersebut tetap melihat sisi positif dari agresivitas anak asuhnya. Dia menilai keinginan untuk terus mengejar kemenangan merupakan hal yang bagus, tetapi pendekatan tersebut harus diimbangi dengan kontrol permainan.
"Kami harus mengambil niat positif dari keinginan untuk menang dengan segala cara, dan saya pikir mereka telah menciptakan situasi untuk membalikkan keadaan demi mendapatkan tiga poin. Namun, kami sudah berada di penghujung pertandingan dan terlalu tidak seimbang. Membiarkan ruang-ruang seperti itu tidak diragukan lagi merupakan kesalahan kami, tetapi itu muncul dari keinginan untuk menang," lanjut Spalletti.