"Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Saya pribadi beruntung dapat bermain bola di lingkungan yang sangat support perkembangan saya. Maka dari itu, menurut saya lingkungan juga penting untuk lingkungan untuk bisa mendukung mereka berkembang jadi pesepakbola putri di Indonesia. Dan dengan adanya acara ini, Indonesia bisa punya timnas yang kuat ke depannya. Jepang membutuhkan 30 tahun untuk menjadi nomor satu di dunia dan mungkin Indonesia bisa lebih cepat daripada itu," ucap midfielder yang tiga kali menyabet gelar AFC Women’s Player of the Year tersebut.
Pernyataan Miyama menjadi dorongan bagi para peserta yang tengah menjalani proses pembinaan.
Corporate Officer The Pokemon Company, Susumu Fukunaga, mengatakan kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk menghadirkan ruang olahraga yang menyenangkan dan inklusif. Dia berharap para peserta dapat berkembang hingga tampil di panggung dunia.
"Hari ini mereka mendapat kesempatan untuk bisa bermain bersama dan belajar dengan Miyama dan juga Iwabuchi. Keduanya sudah mencapai puncak dunia sebagai pesepakbola dan punya skill yang luar biasa sebagai pemain. Lebih dari itu, sebagai manusia, mereka adalah sosok yang baik, yang sangat hangat dan ramah. Dan saya sangat berharap bisa melihat kalian semua (peserta extra training) tampil dan berprestasi di panggung dunia," tuturnya.
Coaching clinic tersebut menjadi bagian dari rangkaian MLSC Seri 1 musim 2026-2027. Selain mendapat pengalaman bertanding, para peserta MilkLife Soccer Extra Training kini juga memiliki kesempatan menyerap langsung pengalaman dua mantan pemain Jepang yang pernah meraih gelar tertinggi sepak bola putri dunia.