Dia menegaskan peran pihaknya hanya sebatas membantu dari sisi pelaksanaan apabila stadion tersebut benar digunakan. Urusan administratif dan perizinan tetap menjadi tanggung jawab penuh panitia Persija.
"Iya benar pak masih penjajakan. Menurut info jika pihak Persija jadi menggunakan segiri mereka langsung yang mengurus perizinan," kata Herman.
"Untuk panpel Borneo FC hanya menyediakan sumber daya saja," tambahnya.
Selain Samarinda, Bali juga disebut menjadi opsi realistis. Stadion Kapten I Wayan Dipta dinilai memiliki infrastruktur memadai dan relatif aman untuk menggelar laga besar dengan tensi tinggi seperti Persija vs Persib.
Sementara itu, kepastian dari pihak kepolisian masih belum terlihat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto belum memberikan penjelasan rinci terkait status izin pertandingan tersebut.
"Mohon waktunya," kata Budi kepada iNews Media Group, Selasa (5/5/2026).
Minimnya kepastian ini membuat Persija harus bergerak cepat mencari solusi agar jadwal pertandingan tidak berubah. Mengingat laga ini menjadi salah satu pertandingan paling dinanti dalam kompetisi.
Jika benar digelar di luar Jakarta, situasi ini akan menjadi sorotan besar. Selain faktor teknis, aspek suporter dan atmosfer pertandingan juga dipastikan mengalami perubahan signifikan.
Kini, keputusan akhir berada di tangan pihak berwenang dan manajemen Persija. Waktu yang semakin mepet membuat segala kemungkinan masih terbuka lebar.