JAKARTA, iNews.id - Iran bersiap dengan segala skenario termasuk perang merespons konflik di Selat Hormuz yang semakin memanas. Iran melarang siapapun melintas di Selat Hormuz termasuk kapal perang Amerika Serikat (AS) dalam operasi pembebasan Project Freedom.
Jet tempur Super Hornet lepas landas dari kapal induk Amerika Serikat Abraham Lincoln untuk mendukung operasi pembebasan Project Freedom terhadap kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz.
Merespons project freedom yang diklaim Amerika Serikat sebagai operasi pembebasan, Iran sepenuhnya siap menghadapi skenario apapun. Iran dan AS saling klaim serangan dan bantah terkena serangan di Selat Hormuz.
Mengutip media Iran, Tasnim, Washington tahu Iran tidak akan mentolerir upaya Presiden Donald Trump dan pasukan Amerika Serikat mengintimidasi Iran di Hormuz.
Pasukan Iran melepaskan tembakan peringatan ke sejumlah kapal militer Amerika Serikat di hari pertama Project Freedom digelar. Tak terima operasi pembebasan Project Freedom diganggu Iran, melalui Trut Social Trump meminta Korea Selatan bergabung dalam misi Amerika di Selat Hormuz setelah kapal kargo Korea Selatan disebut Trump diserang Iran.
Iran tidak mengizinkan kapal perang Amerika melewati Selat Hormuz tanpa persetujuan militer Iran. Mereka mengaku memiliki skenario-skenario lain yang siap dan akan bertindak jika diperlukan termasuk skenario perang.
Bahkan, 2 juta warga Iran sudah mendaftar menjadi relawan bela negara termasuk pejabat dan tokoh publik sejak awal konflik berkecamuk.
Editor: Dani M Dahwilani