Ancelotti menilai kontribusi pemain muda itu sudah sesuai kebutuhan tim.
“Rayan tampil baik saat masuk menggantikan Raphinha melawan Haiti. Dia punya banyak hal untuk ditawarkan. Dia bisa memberi lebar permainan jika kami membutuhkannya,” ujar Ancelotti, dikutip dari FIFA.com.
Keputusan ini memperlihatkan perubahan pendekatan Brasil dalam membangun skuad, dengan memberi ruang lebih cepat kepada pemain muda untuk tampil di panggung besar.
Berbeda dengan Rayan, Endrick menjalani proses bertahap di turnamen ini. Dia tidak langsung menjadi starter, tetapi perlahan mendapat menit bermain yang semakin penting di lini serang Brasil.
Setiap kali diturunkan, Endrick memberi intensitas tinggi, tekanan agresif kepada lawan, serta pergerakan yang membuat lini depan Brasil lebih hidup.
Ancelotti menilai Endrick memiliki peran penting dalam perubahan ritme permainan tim.