Erick juga menyoroti tindakan penyerangan terhadap bus yang dinilainya sudah mengarah pada persoalan kriminalitas. Dia menegaskan pembahasan tidak boleh berhenti pada identitas kelompok suporter, tetapi harus berfokus pada tindakan pelaku.
"Tentu konteks itu satu hal, konteks yang lain ketika terjadi penyerangan, ya, apakah yang suporter oknum, saya tidak mau bicara suporter, oknum suporter menyerang sebuah bis, ya, yang saya lihat itu sudah menjurus kriminalitas," kata Erick.
Selain membuka opsi larangan suporter tandang, Erick mengusulkan sanksi pengurangan poin bagi klub yang tidak mampu menjaga suporternya. Usulan tersebut menjadi salah satu langkah tegas yang dia dorong untuk meningkatkan tanggung jawab klub terhadap keamanan dalam sepak bola.
"Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya, pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuman kita akan lakukan tindak tegas pastinya," tambahnya.
Meski demikian, Erick terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada i.League dan klub untuk mencapai kesepakatan dalam waktu satu minggu. PSSI akan mempertimbangkan intervensi apabila upaya bersama tersebut tidak menghasilkan langkah pencegahan yang dinilai memadai.