Fajar Fathurrahman mengenang Borneo FC sebagai bagian besar dalam hidupnya. Dia menyebut perjalanan dari pemain muda hingga menjadi pribadi dengan mental dan karakter lebih kuat sebagai pengalaman berharga.
“Klub ini telah menjadi bagian dari seluruh hidup saya selama 5 tahun ini, datang dari anak usia muda yang belum mempunyai semuanya, dan sekarang mengakhirinya dengan mental dan karakter yang kuat,” sambungnya.
Fajar Fathurrahman tidak mengungkap klub tujuan berikutnya. Dia menegaskan keputusan ini diambil demi keluarga serta keinginan mencari tantangan baru di luar zona nyaman.
“Tapi semua keputusan ini adalah tentang keluarga, mengalami tantangan baru, membawa diri keluar dari zona nyaman saya, dan mendorong diri saya untuk lebih baik secara profesional maupun pribadi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fajar Fathurrahman menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen Borneo FC. Dia mengaku merasa diberkati bisa menjadi bagian dari Pesut Etam selama lima tahun.
“Dari lubuk hati saya paling dalam, saya berterima kasih kepada Presiden Klub Bos Nabil Husein Said Amin, pelatih saya, manajer saya, rekan tim saya, seluruh staf, serta pendukung kami yang luar biasa selama 5 tahun terakhir,” tuturnya.