“Saya belajar banyak lewat SenengSoccer ini, misalnya dari mengoper bola, menggiring bola, dan menendang ke gawang. Saya ingin terus berlatih supaya bisa menjadi pemain sepak bola yang hebat,” ucap Naufalyn.
Pelatih SDN Cipulir 03, Muhammad Soleh, menilai perkembangan Naufalyn tidak terlepas dari konsistensinya mengikuti latihan. Selama ini, kegiatan latihan sepak bola di sekolah tersebut berlangsung di area lantai sekolah dengan frekuensi dua hingga tiga kali dalam sepekan.
Soleh juga melihat antusiasme para siswi sebagai modal penting untuk membangun pembinaan sepak bola putri sejak dini. Menurut dia, minat terhadap olahraga tersebut terlihat bukan hanya saat kegiatan sekolah, melainkan juga dalam keseharian para siswi.
Kemampuan dasar Naufalyn turut menjadi bekal untuk berkembang lebih jauh. Dia juga berpartisipasi dalam kompetisi KU 10 MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Jaya Seri 1 musim 2026–2027, sehingga memiliki kesempatan mengasah kemampuannya melalui latihan dan pertandingan.
“Menurut saya, Naufalyn memiliki potensi untuk berkembang menjadi pemain sepak bola yang lebih baik pada masa mendatang. Kemampuan dasar seperti dribbling, heading, dan menendang bola ke arah gawang sudah cukup baik. Kemampuan tersebut perlu terus diasah melalui latihan rutin agar ia dapat meningkatkan kualitas permainannya dan nantinya siap bersaing di kelompok usia yang lebih tinggi, termasuk KU-12,” ujarnya.