Setelah pembatalan itu, UEFA, CONMEBOL, dan panitia di Qatar berupaya mencari solusi. Salah satu opsi terkuat adalah memindahkan pertandingan ke Stadion Santiago Bernabeu, Madrid. Usulan tersebut mendapat dukungan UEFA dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).
Namun, rencana tersebut tidak mendapat persetujuan dari Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan CONMEBOL. Federasi Argentina menolak memainkan laga perebutan gelar resmi di Spanyol karena dinilai akan memberikan keuntungan sebagai tuan rumah kepada La Roja.
Negosiasi terus berlangsung hingga batas waktu yang telah ditentukan. Meski sejumlah alternatif lokasi dan jadwal sempat dibahas, seluruh pihak gagal mencapai kesepakatan.
Pada 15 Maret, UEFA akhirnya mengumumkan pembatalan Finalissima setelah tidak tercapai kesepakatan dengan AFA. Keputusan tersebut mengakhiri harapan publik menyaksikan duel dua juara antarbenua pada tahun ini.
Kini, peluang mempertemukan Spanyol dan Argentina kembali terbuka melalui jalur yang jauh lebih prestisius, yakni final Piala Dunia 2026. Syaratnya hanya satu, Argentina harus mampu mengalahkan Inggris pada semifinal.
Apabila Lionel Messi dan rekan-rekannya berhasil mengamankan kemenangan, final Piala Dunia 2026 akan menghadirkan duel dua kampiun benua yang sebelumnya gagal bertemu di Finalissima.
Laga tersebut diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar dalam kalender sepak bola internasional tahun ini.