Budi menjelaskan konsep terbuka ini dirancang agar penggemar memiliki kedekatan lebih dengan ajang Indonesia Masters 2026, meski tidak menyaksikan pertandingan secara langsung.
Pengunjung tetap bisa datang untuk menikmati suasana turnamen, membeli merchandise resmi, hingga mengunjungi area UMKM yang disiapkan panitia di dalam kompleks Istora.
“Kami buat event bersahabat. Bersahabat maknanya banyak. Jadi memang harus kita konsep ulang. Salah satu ingin beri kesempatan audiens berinteraksi,” ungkap Budi.
“Kita tak pakai lagi barikade. Semua orang yang datang ke kompleks istora bisa menikmati. Batasannya kalau masuk gedung pertandingan baru ada screening. Kami juga berikan kenyamanan pada atlet, dan beberapa area baru kami beri barikade,” tambahnya.