Keputusan Infantino untuk kembali maju terjadi di tengah polemik terkait rencana FIFA Forward Enterprise (FFE). Program tersebut sempat memunculkan kontroversi karena melibatkan rencana masuknya investasi swasta ke dalam berbagai acara FIFA, termasuk Piala Dunia.
Rencana itu kemudian dibatalkan setelah mendapat penolakan keras dari sejumlah pihak, terutama UEFA. Badan sepak bola Eropa tersebut menjadi salah satu pihak paling vokal dalam menentang gagasan tersebut.
UEFA bahkan menuduh adanya dugaan salah pengelolaan dalam rencana tersebut dan sempat mengancam memboikot kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri, jika program itu tetap dilanjutkan.
Meski ancaman boikot akhirnya dicabut pada 27 Agustus menjelang Piala Dunia Wanita U-20 di Polandia, UEFA tetap mempertahankan sikap kritis terhadap kepemimpinan Infantino.
UEFA juga mengajukan permintaan pengungkapan dokumen di Amerika Serikat terkait rencana investasi tersebut dari FIFA dan para mitranya. Jika mendapatkan akses dokumen, UEFA berencana membawa persoalan itu ke jalur hukum di Swiss.