Pembukaan GIC 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh sepak bola yang selama ini aktif dalam pembinaan pemain usia muda Indonesia. Mereka antara lain Indra Sjafri, Fakhri Husaini, serta Eduardo Perez Moran, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia pada era Luis Milla.
Eduardo Perez Moran mengapresiasi penyelenggaraan GIC yang konsisten melibatkan peserta dari berbagai negara. Dia menilai turnamen tersebut menjadi wadah penting untuk mempertemukan pemain muda dari Indonesia dan negara lain.
"GIC adalah pesta sepak bola usia muda. 13 negara berkompetisi di sini. Bisa dilihat sendiri keseruannya. Sangat bagus untuk Indonesia. Event internasional seperti ini harus diperbanyak," kata Edu.
"Kompetisi usia muda itu adalah fondasi masa depan tim nasional, sehingga penting untuk terus dilaksanakan. Terlebih sekarang GIC juga menambah kategori putri. Sebuah gebrakan yang bagus untuk perkembangan sepak bola di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Technical Advisor GIC 2026, Indra Sjafri, menilai persaingan tahun ini semakin menarik seiring bertambahnya jumlah negara peserta. Menurut dia, kehadiran 13 negara memberikan atmosfer kompetitif yang lebih kuat.