Laporan Daily Mail mengungkap alasan spesifik di balik keheningan Amorim. Mengutip sumber terpercaya di Portugal, pelatih berusia 40 tahun itu memilih menunggu hingga akhir musim sebelum membahas pemecatannya dari Manchester United.
Keputusan tersebut diambil demi menghindari gangguan terhadap upaya Manchester United mengejar tiket Liga Champions di bawah kendali Carrick. Amorim menilai komentar publik darinya berpotensi mengalihkan fokus tim.
Di bawah Carrick, Manchester United mencatatkan tiga kemenangan beruntun. Setan Merah menaklukkan Manchester City 2-0 di Old Trafford, lalu menang dramatis 3-2 atas Arsenal di laga tandang.
Kemenangan terbaru diraih saat menjamu Fulham, Minggu lalu. Manchester United sempat unggul 2-0 sebelum kebobolan dua gol di akhir laga, lalu memastikan kemenangan lewat gol Benjamin Sesko pada menit ke-98.
Meski Amorim memilih diam, salah satu asistennya di Manchester United, Carlos Fernandes, sempat menyampaikan pesan perpisahan melalui Instagram.
“Terima kasih, Manchester United. Terima kasih kepada para pemain kelas dunia yang mendapat kehormatan untuk saya latih dan saya jadikan tempat belajar. Terima kasih kepada para staf yang menunjukkan dukungan sejati. Terima kasih kepada para penggemar yang selalu bersama kami," tulisnya.
Fernandes melanjutkan, “Pada akhirnya, bekerja di klub sepak bola sebesar ini tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga memperlihatkan karakter. Sebuah babak istimewa dalam hidup saya. Bangga pernah mengabdi sebagai Asisten Manajer Manchester United.”