Namun, Persijap tidak membiarkan tuan rumah mengembangkan permainan dengan mudah. Tim besutan Antonio Claudio tampil disiplin dalam bertahan sambil mengandalkan serangan balik cepat.
Francisco Rivera menjadi salah satu pemain yang paling aktif membangun serangan Persebaya. Dia berusaha menciptakan peluang melalui pergerakan dan distribusi bola ke lini depan Bajul Ijo.
Kedua tim terlibat jual beli serangan sepanjang babak pertama. Sayangnya, sejumlah peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol.
Persijap juga beberapa kali mencoba memanfaatkan celah pertahanan tuan rumah. Namun, hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, skor masih bertahan 0-0.
Memasuki babak kedua, Persebaya kembali tampil agresif. Bajul Ijo berusaha meningkatkan intensitas serangan untuk memecah kebuntuan.