Gaji Ekhator juga tak main-main. Dia disebut bakal menerima bayaran bersih sekitar 1,3 juta euro per musim, setara Rp26,6 miliar, angka signifikan untuk pemain yang belum genap berusia 20 tahun.
Langkah ini tergolong mengejutkan. Dalam beberapa pekan terakhir, Juventus justru ramai dikabarkan berupaya menyeimbangkan neraca keuangan demi menghindari sanksi lanjutan UEFA.
Penjualan pemain muda, termasuk kiper Giovanni Daffara ke Parma senilai 6 juta euro atau Rp122,8 miliar, menjadi bagian dari strategi tersebut.
Namun, masuknya Ekhator memperlihatkan prioritas berbeda. Juventus seolah menegaskan keseriusan membangun fondasi jangka panjang, terutama di lini depan, dengan mengamankan salah satu talenta penyerang Italia paling menjanjikan saat ini.
Banyak pihak menilai investasi besar ini dilakukan demi memastikan Ekhator langsung masuk dalam rencana pelatih anyar Luciano Spalletti pada awal musim 2026-2027, kecuali terjadi perubahan besar di bursa transfer.