“Kami percaya bahwa talenta besar lahir dari kesempatan yang besar pula. Melalui Hydroplus Soccer League musim kedua ini, kami ingin memberikan panggung bagi para pesepakbola putri muda untuk bertanding, berkembang, dan menunjukkan potensinya. Sehingga akan terbentuk ekosistem pembinaan yang bisa menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih besar bagi diri mereka dan sepakbola putri Indonesia,” tutur Yose.
Program Director Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, menjelaskan kompetisi ini menjadi bagian dari upaya Bakti Olahraga Djarum Foundation membangun jalur pembinaan sepak bola putri secara berkesinambungan. Pertandingan rutin setiap pekan diharapkan memberi kesempatan kepada pemain muda untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menuju level profesional.
“Kehadiran Hydroplus Soccer League melengkapi piramida pembinaan sepakbola putri di Tanah Air yang digagas Djarum Foundation. Di lapisan paling dasar, kami memiliki MilkLife Soccer Challenge untuk U-8, KU-10 dan KU-12, lalu Hydroplus Soccer League di kategori usia U-15 dan U-18. Dua kompetisi ini dapat mengantarkan pesepakbola putri menapaki jenjang yang lebih tinggi seperti Indonesia Women's League yang pada akhirnya akan membantu mereka menggapai mimpi menjadi punggawa Timnas Putri Indonesia. Dan di sisi lain, ini akan memperkokoh ekosistem sepakbola putri di Tanah Air,” tutur Teddy.
Untuk memperluas jangkauan kompetisi, penyelenggara menambahkan Surakarta sebagai kota pelaksanaan musim 2026/2027. Keputusan tersebut diambil menyusul tingginya antusiasme peserta dari wilayah Jawa Tengah. Dengan penambahan itu, wilayah Jawa Tengah kini memiliki dua kota penyelenggaraan, yakni Kudus dan Surakarta.
“Sehingga kami membagi Jawa Tengah menjadi dua kota penyelenggaraan, di Kudus dan Surakarta. Hal ini juga bertujuan untuk menjangkau tim-tim yang bermarkas di area selatan Pulau Jawa seperti Yogyakarta,” Teddy menjelaskan.