Selain memperluas wilayah kompetisi, penyelenggara memperkenalkan regulasi baru untuk membangun lingkungan pertandingan yang lebih kompetitif dan profesional. Salah satunya berupa kesepakatan antara tim dan orang tua pemain terkait proses rekrutmen serta manfaat yang diterima pemain selama membela tim di Hydroplus Soccer League.
Kompetisi musim ini juga menyediakan jendela transfer pemain pada awal dan pertengahan musim. Mekanisme tersebut mengadopsi salah satu sistem yang lazim digunakan dalam liga profesional, sekaligus memperkenalkan proses perpindahan pemain kepada para peserta usia muda.
“Langkah ini kami susun agar jalannya kompetisi semakin profesional dan para pesepakbola putri juga mulai memiliki gambaran tentang bagaimana industri sepakbola yang sebenarnya. Jadi kami berharap, tidak hanya piawai di lapangan hijau, tetapi mereka juga mulai memahami regulasi dan aturan-aturan dalam dunia sepakbola,” tandas Teddy.
Dampak kompetisi terhadap perkembangan pemain muda juga dirasakan Nafeeza Ayasha Nori. Pesepak bola kelahiran 29 Maret 2011 tersebut mengikuti Hydroplus Soccer League sejak musim pertama dan kini masuk dalam skuad Timnas Putri Indonesia untuk Kualifikasi AFC U-17 2027.
Nafeeza menjadi salah satu pemain muda yang mendapat kesempatan melanjutkan perjalanan dari kompetisi usia muda menuju panggung internasional. Timnas Putri Indonesia dalam ajang tersebut tercatat baru saja mengalahkan Bahrain dan Arab Saudi.