Ini Kisah di Balik Kontroversi Selebrasi Elang Ganda Shaqiri dan Xhaka

Abdul Haris
Winger Swiss Xherdan Xhaqiri merayakan golnya ke gawang Serbia pada fase grup Piala Dunia di Kaliningrad Stadium, Sabtu (23/6/2018) dini hari WIB. (Foto-Foto: Sky Sports)

Perang berakhir ketika pemboman NATO memaksa pemerintahan Serbia menarik pasukannya. Kurang dari satu dekade kemudian Kosovo menyatakan kemerdekaannya pada tahun 2008. Beograd masih menolak untuk mengakui deklarasi tersebut dan didukung oleh sekutu tradisionalnya, Rusia.

Beograd juga berusaha keras untuk mencegah tim Kosovo berpartisipasi dalam acara olahraga internasional, namun mereka gagal karena Kosovo secara resmi diakui oleh Komite Olimpiade Internasional pada tahun 2014 dan diterima di Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), serta Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dua tahun kemudian.

Jadi, tidak mengherankan jika Kosovo akan bersorak untuk Swiss. “Seluruh Kosovo berada di depan layar TV, bersorak untuk kemenangan Swiss melawan Serbia,” kata guru Daut Maloku, warga Kosovo.

“Ketika Swiss main sama seperti kami melihat Kosovo. Swiss adalah skuad ketiga yang kita miliki, setelah Kosovo dan Albania,” ujar Qahil Halili, seorang pegawai kota dari Zhegra, tempat di mana Shaqiri lahir.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Pelatih Swiss Murka usai Dikalahkan Argentina: Kartu Merah Embolo Tak Bisa Diterima!

2 bulan lalu

Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Mimpi Swiss Terkubur

2 bulan lalu

Jadwal Siaran Langsung Argentina vs Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026, Kick Off Jam Berapa?

3 bulan lalu

AS Roma Gagal Datangkan Mason Greenwood, Langsung Bidik Bintang Piala Dunia 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal