Di tengah ketidakpastian tersebut, nama Shayne Pattynama mulai ramai disebut sebagai opsi alternatif. Bek kiri timnas Indonesia itu dinilai sesuai kebutuhan Persija, meski manajemen memilih bersikap hati-hati.
Ardhi enggan mengulas lebih jauh terkait kemungkinan mendatangkan Shayne Pattynama. Menurut dia, keputusan teknis sepenuhnya berada di tangan pelatih Mauricio Souza.
"Secara teknis sebenarnya pelatih yang tahu. Saya enggak begitu paham. Jadi, bisa ditanyakan ke pelatih saja nanti kalau masalah itu," ucapnya.
Meski demikian, Ardhi memastikan Persija masih membutuhkan tambahan satu pemain diaspora untuk mengarungi paruh kedua kompetisi. Namun, identitas pemain tersebut belum ditentukan secara final.
"Kalau masalah slot-nya mungkin masih satu lagi ya, satu pemain lagi. Cuman saya belum tahu karena belum ada pembicaraan juga dengan manajemen, tapi kita butuh satu lagi pemain yang diaspora. Cuman siapanya kita belum, belum tahu," ujarnya.
Dengan bursa transfer paruh musim masih berjalan, Persija kini berada di persimpangan penting. Apakah tetap menunggu Ivar Jenner atau berbelok penuh ke Shayne Pattynama, keputusan akhir akan sangat menentukan ambisi juara Macan Kemayoran di Super League 2025-2026.