“Sekarang rasanya, untuk di pertandingan berikutnya kami tidak melihat bagaimana memainkan tim terbaik, tapi kami melihat siapa yang sehat,” tutur Haye.
Situasi tersebut menjadi tantangan besar bagi Persib karena waktu pemulihan antarlaga sangat terbatas. Pemain yang baru saja menguras tenaga dalam satu pertandingan harus kembali mempersiapkan diri untuk laga berikutnya hanya dalam hitungan hari.
Meski kondisi fisik skuad terus tertekan, Haye menegaskan Persib tidak ingin menjadikan jadwal padat sebagai alasan untuk mengendurkan permainan. Dia menilai para pemain tetap berusaha memberikan kemampuan maksimal sepanjang pertandingan.
Haye juga menyoroti peran Bobotoh yang terus memberikan dukungan kepada Persib. Dukungan suporter dinilai menjadi sumber motivasi bagi pemain untuk tetap berjuang ketika stamina mulai terkuras.
“Kami juga sangat senang karena Bobotoh selalu ada untuk kami, mereka mendukung kami, dan kami sangat ingin berjuang untuk Bobotoh juga. Saya pikir kami bisa tunjukkan (vs Dewa United),” dia menegaskan.
Dalam pertandingan melawan Dewa United, Haye mengakui Persib tidak tampil maksimal pada babak pertama dan sempat tertinggal. Namun, Maung Bandung tetap meningkatkan intensitas permainan pada babak kedua meski kondisi fisik pemain mulai menurun.
“Kami tidak bermain dengan baik babak pertama, kami kebobolan terlebih dahulu di belakang. Tetapi bahkan dengan jadwal yang padat, bukan berarti babak kedua kami bermain untuk imbang atau semacamnya, kami tampil habis-habisan hingga akhir, dan kemudian Anda melihat beberapa pemain kelelahan,” pungkasnya.