Performa positif David memunculkan pertanyaan soal dampak kedatangan striker baru terhadap posisinya. Namun, peluang kehilangan tempat utama tidak otomatis terjadi meski Juventus mendatangkan penyerang anyar.
Perkembangan David dalam beberapa pekan terakhir terlihat jelas. Konsistensi gol membuat Spalletti memiliki opsi taktik lebih fleksibel di lini serang, terutama setelah beralih ke formasi 4-2-3-1 dari 3-4-2-1.
Kehadiran striker dengan kemampuan menahan bola justru berpotensi menguntungkan David. Peran tersebut dapat membuka ruang dan memberi kebebasan bergerak, sesuatu yang biasa dia jalani saat membela Timnas Kanada.
Tak mengherankan jika Juventus dikaitkan dengan penyerang bertipe fisik kuat sepanjang Januari. Nama Jean-Philippe Mateta, Youssef En-Nesyri, hingga Beto masuk radar, sementara Federico Chiesa menjadi pengecualian dari profil tersebut.
Juventus sebenarnya masih memiliki Dusan Vlahovic sebagai striker klasik. Namun, dia tengah cedera dan diperkirakan baru kembali pada pertengahan Februari atau bahkan Maret. Kontraknya juga berakhir Juni mendatang dan hampir pasti dia meninggalkan Turin secara gratis.
David sudah memenangkan persaingan dengan Lois Openda untuk mengisi posisi penyerang utama selama Vlahovic absen. Situasi ini menempatkan dia dalam posisi kuat meski klub tetap aktif di bursa transfer.
Juventus akan melanjutkan pembicaraan soal striker baru hingga pekan terakhir bursa Januari. Namun, kedatangan pemain anyar tidak serta-merta menyingkirkan Jonathan David dari starting XI.