Menariknya, Radithya sudah memperkirakan pertandingan akan berlangsung tiga gim. Prediksi tersebut muncul berdasarkan pengalaman pertemuan sebelumnya dengan Fardhan yang kerap berakhir melalui gim penentuan.
"Saya sudah menyangka akan bermain rubber game karena setiap bertemu Joe, kami pasti rubber game," tuturnya.
Meski berhasil menjadi juara dunia junior, Radithya memilih tidak cepat berpuas diri. Dia menyadari persaingan di level yang lebih tinggi akan menghadirkan tantangan berbeda.
"Bisa juara dunia junior masih berasa seperti mimpi, cukup puas saya rasa belum karena masih ada tantangan lagi ke depannya," katanya.
Radithya juga sudah memiliki rencana untuk mengembangkan kemampuannya ketika bergabung dengan pemusatan latihan nasional (pelatnas). Dia ingin memanfaatkan kesempatan belajar dari pemain senior demi meningkatkan kualitas permainan.