Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Ungkap 283.270 Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, Kalsel Tertinggi
Advertisement . Scroll to see content

Kemenkes Kirim 500.000 Masker hingga Tambah Obat ISPA ke Wilayah Terdampak Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:27:00 WIB
Kemenkes Kirim 500.000 Masker hingga Tambah Obat ISPA ke Wilayah Terdampak Karhutla
Kemenkes menambah pasokan masker, alat oksigen, dan obat-obatan untuk menangani dampak kesehatan akibat karhutla di tujuh provinsi. (Foto: Ilustrasi/iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menambah pasokan masker, oxygen concentrator (OC), dan obat-obatan untuk menangani dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi. Bantuan itu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak kabut asap, terutama dalam penanganan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bidang kesehatan di Jakarta, Sabtu (17/10/2026). Rapat dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Sugiono.

Koordinasi itu melibatkan kepala dinas kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten/kota dari tujuh wilayah terdampak, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Sejumlah kepala puskesmas serta kepala unit pelaksana teknis (UPT) Kemenkes juga turut dilibatkan.

Dalam rapat tersebut, Sugiono menekankan pentingnya respons darurat terpadu antara pemerintah pusat dan daerah untuk menangani dampak kesehatan akibat karhutla.

"Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak Karhutla," ujar Sugiono dalam keterangannya dikutip, Minggu (18/10/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut